Fenomena Tumbangnya Para Pembisnis Server Pulsa


Jakarta - Server pulsa lokal, bisnis retail pulsa elektrik yang sempat merajai penjualan pulsa elekrik khususnya daerah, akan ada banyak yang ditutup pada akhir tahun ini. Server pulsa lokalan ini sekarang mulai tak mampu lagi menghidupi diri sendiri dan bertahan di tengah gempuran dari berbagai marketplace yang semakin gencar.

Menurut Ahmad Suhada Pelaku ketua umum komunitas server pembisnis server pulsa Indonesia dan juga memiliki server pulsa, penutupan bisnisnya yang sudah legendaris tersebut merupakan pilihan terberat yang harus diambil.

"Sebenarnya ini pilihan yang sangat berat, karena server pulsa adalah tepat dimana agen penjual dapat berinteraksi secara langsung terhadap pembeli, tapi banyak pemilik server lokalan sudah menetapkan pilihan walau seberat apa pun. Secara bisnis, server pulsa memang sudah sangat berat untuk bertahan sehingga terpaksa langkah penutupan yang diambil," ujar Ahmad suhada melalui sambungan telepon, Kamis, 19 Oktober 2018.

Ahmad menambahkan, upaya mendiversifikasi usaha sebenarnya sudah dilakukan, di antaranya mendirikan manajemen marketing hingga beralih ke promosi dan penjualan online. Sejak 1 tahun terakhir server pulsa kata Ahmad sudah banyak mengalami masalah keuangan.

"Meskipun sudah dilakukan diversifikasi, tetap saja pendapatan yang dihasilkan tidak seimbang dengan biaya operasional. Apalagi PT Mukidi Reload adalah divisi usaha sendiri, bukan kelompok media seperti marketplace lain. Tentu saja semua biaya ditanggung sendiri dan tidak bisa dilakukan subsidi silang," katanya.

Keputusan akhir soal hak karyawan setelah penghentian retail pulsa data dan ppob, baru akan ditentukan setelah penghitungan pesangon dan jamsostek yang telah disediakan. Penutupan Mukidi Reload bukan hanya penghentian penjualan, melainkan juga pembubaran perusahaan PT Mukidi Reload.

Kepemilikan saham mayoritas PT Mukidi Reload dimiliki Ahmad suhada sebanyak 80 persen, sedangkan sisanya dimiliki pribadi di luar korporasi dealer.
Mukidi Reload pertama kali berdiri pada 3 Maret 2007 sebagai salah satu dealer resmi PT Esia yang sekarang juga sudah bangkrut duluan.

Satu tahun kemudian, Mukidi Reload membuka kantor baru sendiri sebagai Server pulsa lokalan yang mempunyai motto satu chip bisa transaksi kesemua operator. Setelah 11 tahun menghiasi jagat server pulsa, Mukidi Reload akhirnya hilang ditelan zaman.

0 Response to "Fenomena Tumbangnya Para Pembisnis Server Pulsa "