Seks bebas dalam Pergaulan Mahasiswa & Pekerja Muda Perantauan

Pergaulan bebas sendiri berarti sudah tidak ada lagi kontrol antara diri sendiri dan keadaan di sekitarnya. Pergaulan bebas dikalangan Mahasiswa maupun pekerja muda adalah sebuah bentuk pergaulan dan penyimpangan norma, kesusilan dan hukum yang tidak terkendali.
Penyalahgunaan sebagai akibat dari pergaulan bebas semakin luas di kalangan pemuda/Mahasiswa sekarang ini, terutama semakin banyak para pemuda atau Mahasiswa yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Alasannya mungkin hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup baru masa kini, kebutuhan ekonomi serta demi merasakan kenikmatan sesaat.
Ilustrasi Seks Bebas/Kondom. zdravnitza.com
 Problema seks bebas bukanlah persoalan baru dalam tatanan kehidupan manusia modern, akan tetapi jauh sebelumnya persoalan ini kerap hadir mewarnai kehidupan manusia, sejak zaman dahulu hingga zaman sekarang, seks bebas selalu melahirkan berbagai macam problema serta trauma psikis akibat dari tindak kejahatan atau kekerasan seks.
Meningkatnya arus seksualitas dikalangan pemuda khususnya perantau tidak hanya terjadi dalam seks bebas yang sifatnya suka sama suka atau saling merelakan untuk berhubungan seks, akan tetapi juga telah bermuara pada kebutuhan ekonomi yang dirasa kurang cukup serta tindak kriminalitas yang berupa pemerkosaan, prostitusi, pelecehan dan trafficking. 
Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) memang menganggap bahwa persetubuhan diluar perkawinan adalah zina, namun tidak semua perbuatan zina dapat dihukum. Model seks pada poin pertama memang pada dasarnya lahir dari sebuah kesepakatan tetapi pada kenyataannya ,melanggar norma-norma hukum, agama dan budaya sebab hal tersebut telah bermuara pada prilaku seks bebas.
Faktor penyebab mahasiswa melakukan prilaku seks Bebas
1). Faktor Internal 
Factor internal disini adalah factor yang mempengaruhi si pelaku dari dalam dirinya sehingga terdorong melakukan perbuatan seks bebas yaitu, Kurang kuatnya iman dalam diri pelaku, sehingga tak bisa menahan diri untuk melakukan hal tersebut. selain itu tingkat ekonomi untuk menyesuaikan diri pada lingkungan hidup juga banyak berdampak pada aktivitas seks bebas tersebut. demi terpenuhinya kebutuhan bergaya dalam kehidupan sosialnya (seperti untuk perawatan diri, membeli barang konsumtif branded,dll) tak sedikit dari mereka yang rela melakukan hubungan seks bersama pacar atau bahkan orang yang dianggap bisa memenuhi kebutuhannya tersebut secara instan. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk memberikan perhatian dan menanamkan nilai-nilai moral, akhlak dan pendidikan agama kepada anaknya sehingga tidak goyah imannya untuk melakukan perbuatan dosa. yang kedua,Kebiasaan pelaku menonton video porno yang membuat diri pelaku mulai berkhayal untuk melakukan perbuatan yang sama dengan yang ditontonnya.
 2). Faktor Eksternal
 Faktor eksternal disini adalah factor yang mempengaruhi si pelaku dari luar dirinya sehingga terdorong melakukan perbuatan seks bebas yaitu,Tidak adanya sanksi hukum yang jelas bagi pelaku seks bebas dan hal ini menyebabkan tidak adanya efek jera bagi pelaku sehingga pelaku seks bebas tidak takut untuk melakukan perbuatan tersebut. berikutnya Para mahasiswa maupun pekerja muda jaman sekarang tidak membatasi diri sehingga mudah terpengaruh dengan budaya-budaya bangsa barat dan akhirnya terjerumus kedalam pergaulan bebas. Dalam hal ini terjadi perubahan social didalam masyarakat yang mengesampingkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Terjual bebasnya kondom dibeberapa toko/warung/apotik disekitar tempat tinggal sehingga mengurangi rasa kwatirnya akan hamilnya sang pacar.Kurangnya control oleh pemilik rumah kontrakan/kost  sehingga pemuda/mahasiswa bebas membawa temannya keluar masuk rumah kontrakan/kost. 
Upaya penanggulangan Prilaku Seks Bebas
 Upaya penanggulangan prilaku seks bebas oleh mahasiswa dilakukan secara massif dan dinamis antara unsure-unsur aparat penegak hukum dan masyarakat itu sendiri. Selain itu upaya pembimbingan yang dilakukan oleh orang tua yang harus terus menerus dan berkesinambungan perlu dilakukan untuk mengubah sikap, prilaku, serta cara berpikir dari anak mereka dalam menghindari segala bentuk prilaku seks bebas. Dan juga memberikan pengetahuan yang positif tentang internet dan bagaimana cara bergaul dengan teman yang baik.Upaya penanggulangan prilaku seks bebas dikalangan Pemuda tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kesadaran untuk waspada dan mengantisipasi terhadap segala bentuk bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari perbuatan seks bebas contohnya berbagai macam penyakit yang bisa terjangkit dan kerugian lainnya. Pelaku diharapkan dapat menentukan rencana masa depannya dengan hidup sehat, produktif, kreatif dan bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungannya. Adapun upaya-upaya penanggulangan yang dilakukan agar anak tidak terlibat dalam pergaulan bebas ataupun seks bebas yaitu : 
1). Upaya Pre-Emtif
 Upaya ini adalah upaya-upaya awal untuk mencegah terjadinya prilaku yang dilakukan Pemuda yang masih sangat rentan terhadap pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan sekitarnya.Usaha-usaha yang dilakukan dalam penanggulangan agar Pemuda tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yaitu :
a. Meningkatkan keimanan diri terhadap Tuhan yang maha Esa. Kekuatan iman merupakan benteng utama yang dapat mencegah Pemuda untuk tidak terpengaruh dan terjerumus kedalam seks bebas 
b. Memberikan informasi yang benar dan intensif mengenai dampak kerugian melakukan seks bebas seperti mengadakan seminar dengan mengangkat tema bahaya melakukan seks bebas dan dampak negativenya bagi masa depan mereka sendiri.
c. Harus adanya peran aktif pihak orang tua dalam mengawasi anaknya sehingga orang tua bisa mengetahui setiap kegiatan anak, dan juga anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Orang tua juga harus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moral ke anaknya agar anak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam bergaul. 
2). Upaya Preventif 
Penanggulangan ini bertujuan untuk menghindari diri dan pengaruh buruk lingkungan. Sasaran dari penanggulangan ini adalah mahasiswa yang belum pernah melakukan seks bebas serta masyarakat ataupun pergaulan dengan teman yang berpotensi dapat menjadi jembatan untuk mempengaruhi mereka melakukan seks bebas. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa/pemuda agar terhindar dari seks bebas yaitu : 
a. Memilih lingkungan social/pergaulan yang sehat dan benar, 
b. Menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga
c. Sebisa mungkin menghindari kebiasaan menononton video porno. 
3). Upaya Represif
penanggulangan ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku menyimpang agar tidak melakukan prilaku seks bebas lagi. Sasaran penanggulangan ini adalah mahasiswa/pemuda yang sudah melakukan seks bebas agar tidak mengulangi lagi perbuatan tercela dan merugikan . kegiatan ini dilakukan oleh aparat yang terkait yakni aparat kepolisian, Satpol, dinas social dan lembaga terkait lainnya, adapun bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu : 
a. Melakukan bimbingan social secara perorangan kepada pelaku untuk menyadarkannya agar tidak mengulangi perbuatan tersebut 
b. Memanggil dan memberitahukan kepada orang tua atau keluarga pelaku seks bebas agar memberikan perhatian dan control lebih terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan pelaku seks bebas. (artikel ini ditulis berdasarkan Studi Prilaku Menyimpang: Pingkan Buyung) (A.l)

0 Response to "Seks bebas dalam Pergaulan Mahasiswa & Pekerja Muda Perantauan"